Konsep Nturisi


KONSEP NUTRISI

1. PENGERTIAN

Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh manusia yang bertujuan menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas tubuh serta mengeluarkan zat sisanya (hasil metabolisme). Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.

2. STATUS NUTRISI

Pemecahan makanan, pencernaan, absorpsi, dan asupan makanan merupakan factor penting dalam menentukan status nutrisi.

1. Keseimbangan Energi

Energi adalah kekuatan untuk kerja. Manusia membutuhkan energi untuk terus-menerus berhubungan dengan lingkungannya.

Keseimbangan Energi = Pemasukan Energi + Pengeluaran atau

Pemasukan Energi = Total Pengeluaran Energi ( Panas + kerja

+ energi simpanan)

a) Pemasukan Energi

Pemasukan energi merupakan energi yang dihasilkan selama oksidasi makanan. Makanan merupakan sumber utama energi manusia. Dari makanan yang dimakan kemudian dipecah secara kimiawi menjadi protein, lemak, dan karbohidrat. Besarnya energi yang dihasilkan dengan satuan kalori. Satu kalori juga disebut satu kalori besar (K) atau Kkal adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius. Satu kkal = 1 K atau sama dengan 1.000 kalori.

Ketika makanan tidak tersedia maka akan terjadi pemecahan glikogen yang merupakan cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati dan jaringan otot.

b) Pengeluaran Energi

Pengeluaran energi adalah energi yang digunakan oleh tubuh untuk men-support jaringan dan fungsi-fungsi organ tubuh. Cadangan energi tubuh berbentuk senyawa fosfat seperti adenosin triphosfat (ATP).

Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh Basal Metabolisme Rate (BMR) dan aktifitas fisik. Kebutuhan energi tiap hari ditentukan dengan rumus = (BMR + 24) + (0.1 X Konsumsi kkal setiap hari + energi untuk aktivitas ).

Energi untuk aktivitas misalnya : Istirahat = 30 kal/jam , duduk = 40 kal/jam, Berdiri = 60 kal/jam, Menjahit = 70 kal/jam, Mencuci piring = 130 s/d 176 kal/jam, Melukis 400 kal/jam.

Jika nilai pemasukan energi lebih kecil dari pengeluaran energi maka akan terjadi keseimbangan negative (-) sehingga cadangan makanan dikeluarkan, hal ini akan berakibat pada penurunan berat badan. Sebaliknya, jiak pemasukan lebih banyak dari pengeluaran energi maka akan terjadi keseimbangan positif (+), kelebihan energi akan disimpan dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan berat badan.

c) Basal Metabolisme Rate

Bsal Metabolisme Rate adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan fungsi tubuh seperti pergerakan jantung, pernapasan, peristaltic usus, kegiatan kelenjar-kelenjar tubuh. Kebutuhan kalori basal dipengaruhi oleh :

1. Usia

2. Jenis Kelamin

3. Tinggi dan Berat Badan

4. Kalainan endokrin

5. Suhu Lingkungan

6. Keadaan Sakit

2. Karakteristik Status Nutrisi

Karakteristik status nutrisi ditentukan dengan adanya Body Mass Index (BMI) dan Ideal Body Weight (IBW).

a) Body Mass Index (BMI)

Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan. BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan sebagai panduan untuk mengkaji kelebihan berat badan (over weight) dan obesitas.

Rumus BMI diperhitungkan :

BB (kg) atau BB (pon) X 704,5

TB (m) TB (inci)2

b) Ideal Body Weight (IBW)

Merupakan perhitungan barat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter dikurangi dengan 100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu.

Kegiatan yang membutuhkan energi, antara lain :

1. Vital kehidupan, pernafasan, sirkulasi darah, suhu tubuh dan lain-lain

2. Kegiatan mekanik oleh otot

3. Aktivitas otot dan syaraf

4. Energi kimia untuk membangun jaringan, enzim, dan hormone

5. Sekresi cairan pencernaan

6. Absorpsi zat-zat gizi di saluran pencernaan

7. Pengeluaran hasil sisa metabolisme

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :

1. Peningkatan Basal Metabolisme Rate

2. Aktivitas tubuh

3. Faktor usia

4. Suhu Lingkungan

5. Penyakit atau status kesehatan

3. SISTEM PENCERNAAAN

Sistem pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Sistem pencernaan makanan terdiri atas : Saluran Pencernaan dan Organ-organ Asesoris (tambahan).

Sistem pencernaan

4. NUTRIEN (ZAT-ZAT GIZI)

Elemen Nutrien / Zat Gizi

  1. Karbohidrat
  2. Protein
  3. Lemak
  4. Vitamin
  5. Mineral
  6. Air

Karbohidrat, lemak dan protein disebut energi nutrein karena merupakan sumber energi dari makanan , sedangakn vitamin, mineral dan air merupakan substansi penting untuk membangun, mempertahankan dan mengatur metabolisme jaringan.

Fungsi zat gizi yaitu :

  1. Sebagai penghasil energi bagi fungsi organ, garakan dan kerja fisik
  2. Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan
  3. Sebagai pelindung dan pengatur

KARBOHIDRAT

Karbohidrat merupakan sumber energi utama.. Hampir 80% energi dihasilkan dari karbohidrat. Setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal. Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Glikogen adalah sintesis dari glukosa, pemecahan energi selama masa istirahat/puasa. Kelebihan energi karbohidrat berbentuk asam lemak.

1. Jenis Karbohidrat

Berdasarkan susunan kimianya karbohidrat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu : Monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

  1. Monosakarida

Monosakarida merupakan jenis karbohidrat yang paling sederhana dan merupakan molekul yang paling kecil. Dalam bentuk ini molekul dapat langsung diserap oleh pembuluh darah. Jenis dari Monosakarida adalah glukosa dektrosa yang banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran, fruktosa banyak terdapat pada buah, sayuran, madu, dan glukosa yang berasal dari pecahan disakarida.

  1. Disakarida

Jenis disakarida adalah sukrora, maltosa, dan laktosa. Sukrosa dan maltosa banyak pada makanan nabati, sedangkan laktosa merupakan jenis gula dalam air susu baik susu ibu maupun susuhewan.

  1. Polisakarida

Merupakan gabungan dari beberapa molekul monosakarida. Jenis polisakarida adalah zat pati, glikogen dan selulosa.

2. Fungsi Karbohidrat

a. Sumber energi yang murah

b. Sumber energi utama bagi otak dan syaraf

c. Membuat cadangan tenga tubuh

d. Pengaturan metabolisme tubuh

e. Untuk efesiensi penggunaan protein

f. Memberikan rasa kenyang

3. Sumber Karbohidrat

Sumber karbohidrat umunya adalah makanan pokok, umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti beras, jagung, kacang, sagu, singkong, dan lain-lain. Sedangkan pada karbohidrat hewani berbentuk glikogen.

4. Metabolisme Karbohidrat

Proses dari makanan sampai dapat digunakan oleh tubuh melalui pencernaan, absorpsi, dan metabolisme.

Metabolisme Karbohidrat berbentuk monosakarida dan disakarida diserap melalui mukusa usus. Setelah proses penyerapan (dalam pembuluh darah) semua berbentuk monosakarida. Monosakarida (Fruktosa, Galaktosa, Glukosa) yang masuk bersama-sama darah dibawa ke hati. Di dalam hati Monosakarida diubah menjadi glukosa dan dialirkan melaui pembuluh darah ke otot. Di dalam otot glukosa dibakar membentuk glikogen melalui Proses Glikoneogenesis.

PROTEIN

Protein berfungsi sebagai pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti jaringan tubuh. Setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino. Asam amino disimpan didalam jaringan dalam bentuk hormon dan enzim. Asam amino esensial tidak dapat disintesis didalam tubuh tetapi harus didapatkan dari makanan. Jenis asam amino esensial diantaranya lisin, triptofan, fenilanin, leusin.

Berdasarkan susunan kimianya, protein dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

1. Protein sederhana

Jenis ini tidak berikatan dengan zat lain, misalnya abumin,dan globulin.

2. Protein bersenyawa

Protein ini dapat membentuk ikatan dengan zat seperti dengan glikogen membentuk glikoprotein, dengan hemoglobin membentuk kromoprotein.

3. Turunan atau devirat dari protein

Termasuk dalam turunan protein adalah albuminosa, pepton, dan gelatin.

Fungsi Protein

1. Untuk keseimbangan cairan yaitu dengan meningkatkan tekanan osmotic koloid,

keseimbangan asam.

2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan

3. Pengaturan metabolisme

4. Sumber energi di samping karbohidrat dan lemak

5. Dalam bentuk kromosom, proein berperan sebagai tempat menyimpan dan meneruskan sifat-sifat keturunan dalam bentuk genes.

Sumber protein

1. Protein hawani yaitu protein yang berasal dari hewan seperti susu, daging, telur, hati, udang, ikan, kerang, ayam dan sebagainya.

2. Protein nabati yaitu protein yang berasal dari tumbuhan seperti jagung, kedelai, kacang hijau, terigu, dan sebagainya.

Metabolisme Protein

Jika makanan yang sudah berada dalam lambung, maka akan dikeluarkan enzim protease yaitu pepsin. Pepsin mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton. Albuminosa dan pepton di dalam usus halus diubah menjadi asam-asam amino dengan bantuan enzim tripsin dari pancreas dan selanjutnya diserap atau berdifusi ke aliran darah yang menuju ke hati.Asam-asam amino disebar oleh hati ke jaringan tubuh untuk menganti sel-sel yang rusak dan sebagian digunakan untuk membuat protein darah. Karean protein dapat larut dalam air sehingga umumnya dapat dicerna secara sempurna dan hampir tidak tersisa protein makanan dalam feses.

Asam amino yang tidak dapat digunakan ditranspor kembali ke hati kemudian dilepaskan ikatan nitrogennya sehingga terpecah menjadi dua macam zat yaitu asam organic dan amoniak. Amoniak dibuang melalui ginjal, sedangkan asam organic dimanfaatkan sebagai sumber energi.

LEMAK

Lamak atau lipid merupakan sumber energi paling besar. Berdasarkan ikatan kimianya lemak dibedakan menjadi :

1. Lemak murni yaitu lemak yang terdiri atas asam lemak dan gliserol

2. Zat-zat yang mengandung lemak misalnya fosfolipid, yaitu ikatan lemak dengan garam fosfor, glikolipid yaitu ikatan lemak dengan glikogen.

Fungsi Lemak

1. Memberikan kalori, dimana setiap 1 gram lemak dalam peristiwa oksidasi akan memberikan kalori sebanyak 9 kkal.

2. Melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh dinding usus.

3. Memberikan asam-asam esensial

Sumber Lemak

Menurut sumbernya lemak berasal dari nabati dan hewani. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh seperti terdapat pada kacang-kacangan, kelapa dan lain-lainnya. Sedangkan Lemak hewani banyak mengandung asam lemak jenuh dengan rantai panjang seperti pada daging sapi, kambing dan lainnya.

Metabolisme Lemak

Lemak diserap melalui proses secara pasif dalam bentuk gliserol asam lemak karena

giserol larut dalam air. Gliserol asam lemak masuk dalam pembuluh darah dan dibawa ke hati. Kemudian didalam hati dengan proses kimiawi Gliserol diubah menjadi Glikogen. Bersama metabolisme Hidarat Arang gliserol akan menghasilkan tenaga. Lemak yang dibakar mempunyai hasil sampingan yang disebut Colesterol.

MINERAL

Mineral adalah elemen anorganik untuk tubuh karena perannya sebagai katalis dalam reaksi biokimia. Mineral dapat diklasifikasikan menjadi makromineral yaitu jika kebutuhan tubuh 100 mg atau lebih dan mikromineral jika kebutuhan tubuh kurang dari 100 mg. Termasuk dalam makromineral adalah kalsium, magnesium fosfat sedangkan yang temasuk dalam mikromineral adalah klorida, yodium, iron,zinc. Secara umum fungsi dari mineral adalah :

1. Membangun jarigan tulang

2. Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh

3. Memberikan elektemb elektrolit untuk keperluan otot-otot dan saraf

4. Membuat berbagai enzim

VITAMIN

Vitamin adalah substansi organik, keberadaannya sangat sedikit pada makanan dan tidak dapat dibuat di dalam tubuh. Vitamin sangat berperan dalam proses metabolisme karena fungsinya sebagai katalisator. Vitamin dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Vitamin yang larut air : Vitamin B kompleks, B1, B2, B3, B12, folic acid, serta vitamin c.

2. Vitamin yang larut dalam lemak : A , D , E , K

Fungsi utama vitamin adalah untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan.

AIR

Air merupakan zat makanan paling dasar yang dibutuhkan oleh manusia. Tubuh manusia terdiri atas 50-70% air. Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Semakin tua umur seseorang, maka proporsi air dalam tubuh akan semakin berkurang. Pada oang dewasa asupan air antara 120-1500 cc per hari, namun dianjurkan 1900 cc untuk optimal. Selain itu, air yang masuk ke dalam tutbuh melalui makanan 500-900 cc per hari.

Kebutuhan air akan meningkat jika terjadi pengeluran air, misalnya

- Melalui keringat berlebih

- Muntah

- Diare

- Gejala Dehidrasi

5. MASALAH-MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI

Secara umum, gangguan nutrisi terdiri dari :

  1. Kekurangan Nutrisi
  2. Kelebihan Nutrisi
  3. Obesitas
  4. Malnutrisi
  5. Diabetes Melitus
  6. Hipertensi
  7. Jantung Koroner
  8. Anoreksia

6. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN NUTRISI

1. Pengetahuan

2. Prasangka

3. Kebiasaan

4. Kesukaan

5. Ekonomi

Konsep Psikososial


Konsep Psikososial

Manusia adalah makluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan tersebut disebut sehat. Sedangkan orang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan keseimbangan dirinya dan lingkungan.
Kilen masuk rumahs sakit dan dirawat mengalami sters fisik dan mental baik dari diri sendiri, lingkungan, maupun keluarga.
Pada heirarki kebutuhan Maslow dinyatakan bahwa tingkat yang paling tinggi dalam kebutuhan manusia adalah tercapainya aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri diperlukan konsep diri yang sehat.

Konsep Diri
Konsep diri adalah semua perasaan, kepercayaan, dan nilai yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Konsep diri berkembang secara bertahap saat bayi melalui mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain.
Pembentukan konsep diri ini sangat tergantung dipengaruhi oleh asuhan orang tua dan lingkungannya.

Komponen Konsep Diri
1. Citra Tubuh
Citra tubuh adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk dan fungsi penampilan tubuh saat ini dan masa lalu.
2. Ideal Diri
Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standar perilaku.Ideal diri akan mewujudkan cita-cita dan harapan pribadi.
3. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian terhadap hasil pencaian yang dicapai dengan menganalisis sejauh mana perilaku yang sesuai dengan ideal diri. Jika individu selau sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan cenderung harga dirinya rendah. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain.
4. Peran Diri
Peran diri adalah pola, perilaku nilai yang diharapkan dari seseorang berdasarkan fungsinya di dalam masyarakat.
5. Identitas Diri
Identitas diri adalah kesadaran akan dirinay sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesis dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri
1. Tingkat perkembangan dan kematangan
Perkembangan anak seperti dukungan mental, perlakuan dan pertumbuhan anak akan mempengaruhi konsep dirinya.
2. Budaya
Pada usia anak-anak nilai-nilai akan diadopsi dari orang tuanya, kelompoknya, dan lingkungannya. Orang tua yang bekerja seharian akan membawa anak lebih dekat pada lingkungannya.
3. Sumber eksternal dan internal
Kekuatan dan perkembangan pada individu sangat berpengaruh terhadap konsep diri. Pada sumber internal misalnya, orang yang humoris koping individunya lebih efektif. Sumber eksternal misalnya adanya dukungan dari masyarakat dan ekonominya kuat.
4. Pengalaman sukses dan gagal
Adanya kecenderungan bahwa riwayat sukses akan meningkatkan konsep diri demikian pula sebaliknya.

5. Stesor
Stesor dalam kehidupan misalnya perkawinan, pekerjaan baru, ujian dan ketakutan. Jika koping individu tidak adekuat maka akan menimbulkan depresi, menarik diridan kecemasan.
6. Usia, keadaan sakit dan trauma
Usia tua, keadaan sakit akan mempengaruhi persepsi dirinya.

Karakteristik Kepribadian yang Sehat
1. Citra tubuh positf dan akurat
Kesadaran akan diri berdasarkan atas observasi mandiri dan perhatian yang sesuai akan kesehatan diri. Termasuk persepsi saat ini dan masa lalu.
2. Ideal dan realitas
Individu mempunyai ideal diri yang realitas dan mempunyai tujuan hidup yang dapat dicapai.
3. Konsep diri yang positif
Konsep diri yang positif menunjukkan bahwa individu akan sesuai dalam hidupnya.
4. Harga diri tinggi
Seseorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Ia memandang dirinya sama dengan orang lain.
5. Kepuasan penampilan peran
Individu yang mempunyai kepribadian sehat akan dapat berhubungan dengan orang lain secara intim dan mendapat kepuasan. Ia dapat mempercayai da terbuka pada orang lain serta membina hubungan interdependen.
6. Identitas jelas
Individu merasakan keunikan dirinya yang memberi arah kehidupan dalam mencapai tujuan.

Karakteristik Konsep Diri Rendah
1. Menghindari sentuhan atau melihat bagian tubuh tertentu
2. Tidak mau berkaca
3. Menghindari diskusi tentang topik dirinya
4. Menonlak rehabilitasi
5. Melakukan usaha sendiri dengan tidak tepat
6. Mengingkari perubahan pada dirinya
7. Peningkatan ketergantungan pada orang lain
8. Tanda dari keresahan seperti marah, keputusaan dan menangis
9. Menolak berpartisipasi dalam perawatan dirinya
10. Tingkah laku yang merusak seperti penggunaan obat-obatan dan alkohol
11. Menghindari kontak sosial
12. Kurang bertanggung jawab

Faktor Resiko Gangguan Konsep Diri
1. Gangguan Identitas Diri
a. Perubahan perkembangan
b. Trauma
c. Jenis kelamin yang tidak sesuai
d. Budaya yang tidak sesuai
2. Gangguan Citra tubuh
a. Hilangnya bagian tubuh
b. Perubahan perkembangn
c. Kecacatan
3. Gangguan Harga Diri
a. Hubungan interpersonal yang tidak harmonis
b. Kegagalan perkembangan
c. Kegagalan mencapai tujuan hidup
d. Kegagalan dalam mengikuti aturan moral
4. Gangguan Peran
a. Kehilangan peran
b. Peran ganda
c. Konflik peran
d. Ketidakmampuan menampilkan peran

Konsep Aktivitas, Istirahat & Tidur


Konsep Aktivitas, Istirahat & Tidur

1) AKTIVITAS

Salah satu tanda kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang melakukan aktivitas, seperti berdiri, berjalan, dan bekerja. Kemampuan aktivitas seseorang tidak terlepas dari keadekuatan sistem saraf dan muskuloskeletal. Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada pun sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas

1. Tulang

Merupakan organ yang memiliki berbagai fungsi, diantaranya :

a. Mekanis :

- Membentuk rangk

- Tempat melekatnya berbagai otot

b. Tempat penyimpanan mineral (Kalsium dan Fosfor)

c. Tempat sumsum tulang sebagai pembentuk sel darah

d. Pelindung organ-organ dalam

Jenis tulang :

a. Pipih ( kepala dan pelvis)

b. Kuboid (Vertebra dan tarsal)

c. Panjang (Femur dan Tibia)

2. Otot dan tendon

- Otot memiliki kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan

- Tendon adalah suatu jaringan ikat yang melekat pada tulang, origo adalah tempat asal tendon dan insersio adalah arah tendon.

- Terputusnya tendon akan membuat kontraksi otot tidak akan dapat menggerakkan tulang

3. Ligamen

Merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang.

4. Sistem Syaraf

- Terdiri dari sistem syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (perifer).

- Setiap syaraf memiliki bagian somatis dan otonom.

- Bagian Somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik.

5. Sendi

Merupakan tempat bertemunya dua ujung tulang atau lebih.

Sendi membuat segmentasi darikerangka tubuh dan memungkinkan gerakan antar segmen dan bebagai pertumbuhan tulang.

KEBUTUHAN MOBILITAS

Kemampuan individu untuk bergerak secara bebas mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya.

Jenis mobilitas :

1. Mobilitas penuh

Kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan ineraksi sosial dan menjalankan peran sehari-hari.

2. Mobilitas sebagian

Kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh ganguan syaraf motorik dan sensorik.

a. Mobilitas sebagian temporer

b. Mobilitas sebagian permanent

Faktor yang mempengaruhi mobilitas :

1. Gaya hidup

2. Proses penyakit

3. Kebudayaan

4. Tingkat energi

5. Usia dan status perkembangan

IMOBILITAS

Merupakan keadaan dimana seseorang tdk dpt bergerak secara bebas krn kondisi yg mengganggu pergerakan (mis; trauma tulang blk, cedera otak berat)

Jenis Imobilitas

1. Imobilitas fisik > pembatasan pergerakan fisik dngn tujuan mencegah komplikasi

2. Imobilitas Intelektual > Keterbatasan daya pikir akibat kerusakan otak

3. Imobilitas Emosional > pembatasan emosional krn adanya perubahan dalam menyesuaiakan diri (mis; amputasi)

4. Imobilitas Sosial > Individu yg mengalami hambatan interaksi sosial dan mempengeruhi penannya.

Perubahan sistem tubuh akibat Imobilitas

1. Perubahan metabolisme

Imobilitas menurunkan BMR, shg energi u/ perbaikan sel berkurang dan mengganggu oksigenasi sel.Imobilitas juga menyebabkan menurunnya ekskresi urin dan peningkatan Nitrogen

2. Ketidakseimbangan Cairan dan elektrolit

Imobilitas akan menyebabkan persediaan protein menurun dan konsentrasi protein serum berkurang sehingga mangganggu kebutuhan cairan tubuh.Berkurangnya perpindahan cairan dari intravaskuler ke interstisial dapat menyebabkan edema. Imobilitas jg menyebabkan demineralisasi tulang akibat menurunnya aktivitas otot sehingga meningkatkan reabsorbsi kalium.

3. Gangguan pengubahan zat gizi

Menurunnya pemasukan protein dan kalori dapat mengakibatkan pengubahan zat makanan pada tingkat sel menurun, dimana sel tdk lagi menerima glukosa, asam amino, lemak dan oksigen dalam jumlah yg cukup untuk melaksanakan metabolisme

4. Ganguan fungsi Gastrointestinal

Imobilitas menurunkan hasil makanan yang dicerna, shg jumlah masukan menurun dan menyebabkan keluhan, mis; perut kembung, mual dan nyeri lambung.

5. Sistem pernapasan

Akibat imobilitas kadar Hb menurun, ekspansi paru menurun, dan lemah otot yang menganggu metabolisme.

6. Sistem Kardiovaskuler

Berupa ortostatik hipotension krn menurunnya kemampuan syaraf otonom, meningkatnya kerja jantung krn posisi yang horisontal, terjadinya trombus krn stasis vena.

7. Gangguan Muskuler

Menurunnya massa otot dapat menyebabkan turunnya otot secara langsung.

8. Gangguan Skeletal

Kontraktur dan Osteoporosis karena reabsorbsi tulang semakin besar sehingga menyebabkan jumlah kalsium dalam darah menurun dan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urin makin besar

9. Sistem Integumen

Penurunan elastisitas kulit, krn penurunan sirkulasi, iskemia dan nekrosis dengan adanya dekubitus.

10. Eliminasi

Penurunan jumlah urin yg mungkin disebabkan o/ kurangnya asupan dan penurunan curah jantung

11. Perilaku

Rasa bermusuhan, cemas, bingung, depresi, emosional tinggi, mekanisme koping menurun.

2) ISTIRAHAT & TIDUR

Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi lebih segar. Sedangkan Tidur adalah suatu keadaan yang relatif tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda.

Tahapan Tidur

EEG, EMG, dan EOG dapat mengidentifikasi perbedaan signal pada level otak, otot dan aktivitas masa. Normalnya tidur dibagi menjadi 2 yaitu : Non Rapid Eye Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement. Selama masa NREM seseorang terbagi menjadi 4 tahapan dan memerlukan kira-kira 90 menit selama siklus tidur. Sedangkan tahapan REM adalah tahapan terakhir kira-kira 90 menit sebelum tidur berakhir.

  1. Tahapan Tidur NREM
    1. NREM tahap 1

- Tingkat transisi

- Merespon cahaya

- Berlangsung beberapa menit

- Mudah terbangun dengan rangsangan

- Aktivitas fisik menurun, tanda vital dan metabolisme menurun

- Bila terbangun terasa sedang bermimpi

    1. NREM tahap 2

- Periode suara tidur

- Mulai relaksasi otot

- Berlangsung 10-20 menit

- Fungdi tubuh berlangsung lambat

- Dapat dibangunkan dengan mudah

    1. NREM tahap 3

- Awal tahap dari keadaan tidur nyenyak

- Sulit dibangunkan

- Relaksasi otot menyeluruh

- Tekanan daraj menurun

- Berlangsung 15-30 menit

    1. NREM tahap 4

- Tidur nyenyak

- Sulit untuk dibangunkan, butuh stimulus intensif

- Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun

  1. Tahapan Tidur REM
    1. Lebih sulit untuk dibangunkan dibandingkan dengan tidur NREM
    2. Pada orang dewasa normal REM yaitu 20-25% dari tidur malamnya
    3. Jika individu terbangun pada tidur REM maka biasanya terjadi mimpi
    4. Tidur REM penting untuk kesimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memory dan adaptasi.

  1. Karakteristik tidur REM
    1. Mata : Cepat tertutup dan terbuka
    2. Otot-otot : Kejang otot kecil, otot besar imobilisasi
    3. Penapasan : Tidak teratur, kadang dengan apnea
    4. Nadi : Cepat dan ireguler
    5. Tekanan darah : Meningkat atau fluktasi
    6. Sekkresi gaster : Meningkat
    7. Metabolisme : Meningkat, temperatur tubuh baik
    8. Gelombang otak : EEG aktif
    9. Siklus Tidur : Sulit dibangunkan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

  1. Penyakit
  2. Lingkungan
  3. Motivasi
  4. Kelelahan
  5. Kecemasan
  6. Alkohol
  7. Obat-oabtan

- Dieuretik menyebabkan insomnia

- Anti Depresan : supresi REM

- Kafein : meningkatkan saraf parasimpatis

- Beta Bloker : menimbulkan insomnia

- Narkotika : mensupresi REM

Gangguan Tidur

  1. Insomnia

Ketidakmampuan memperoleh sacara cukup kualitas dan kuantitas tidur.

  1. Hipersomia

Berlebihan jam tidur pada malam hari, lebih dari 9 jam, biasanya disebabkan oleh depresi, kerusakan saraf tepi, beberapa penyakit ginjal, liver, dan metabolisme

  1. Parasomia

Merupakan sekumpulan penyakit yang mengganggu tidur anak seperti samnohebalisme (tidur sambil berjalan)

  1. Narcolepsy

Suatu keadaan / kondisi yang ditandai oleh keinginan yang tidak terkendali untuk tidur, misalnya tidur secara mendadak.

  1. Apnoe tidur dan mendengkur

Mendengkur bukan dianggap sebagai gangguan tidur, namun bila disertai dengan apnoe maka akan bisa menjadi masalah.

  1. Mengigau

Hampir semua orang pernah mengigau, hal ini terjadi sebelum tidur REM.

Konsep Keamanan & Keselamatan


KEAMANAN & KESELAMATAN

Keselamatan adalah suatu keadaan seseorang atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya / kecelakaan. Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak dapat diduga dan tidak diharapkan yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan keamanan adalah keadaan aman dan tentram.

Tugas seorang perawat :

1. Tugas utamanya adalah meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya sakit

2. Mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang mungkin terjadinya di RS

3. Lingkungan adalah semua faktor baik fisik maupun psikososial yang mempengaruhi hidup dan keadaan klien

1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keselamatan & Keamanan

1) Usia

2) Tingkat kesadaran

3) Emosi

4) Status mobilisasi

5) Gangguan persepsi sensori

6) Informasi / komunikasi

7) Penggunaan antibiotik yang tidak rasional

8) Keadaan imunitas

9) Ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi sel darah putih

10) Statrus nutrisi

11) Tingkat pengetahuan

2. Macam-macam Bahaya / Kecelakaan

a) Di Rumah

- Tersedak

- Jatuh

- Tertekan alat-alat rumah tangga

- Tersiram air panas

- Jatuh dari jendela / tangga

- Terpotong

- Luka tusuk / gores

- Luka bakar

- Tenggelam

- Terkena pecahan kaca

- Terkunci dalam kamar

- Jatuh dari sepeda

- Keracunan

b) Di Rumah Sakit

- Mikroorganisme

- Cahaya

- Kebisingan

- Temperatur

- Kelembapan

- Cedera / jatuh

- Kesalahan prosedur

- Peralatan medik

- Radiasi

- Keracunan inhalasi

- Elektrik syok

- Asfiksia dan kebakaran

3. Pencegahan Kecelakaan di Rumah Sakit

a) Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri sendiri dari kecelakaan.

b) Menjaga keselamatan pasien yang gelisah selama berada di tempat tidur

c) Menjaga keselamatan klien dari infeksi dengan mempertahankan teknik aseptik, menggunakan alat kesehatan sesuai tujuan.

d) Menjaga keselamatan klien yang dibawa dengan kursi roda

e) Menghindari kecelakaan :

o Mengunci roda kereta dorong saat berhenti

o Tempat tidur dalam keadaan rendah dan ada penghalang pada pasien yang gelisah

o Bel berada pada tempat yang mudah dijangkau

o Meja yang mudah dijangkau

o Kereta dorong ada penghalangnya

f) Mencegah kecelakaan pada pasien yang menggunakan alat listrik misalnya suction, kipas angin, dan lain-lain.

g) Mencegah kecelakaan pada klien yang menggunakan alat yang mudah meledak seperti tabung oksigen dan termos.

h) Memasang lebel pada obat, botol, dan obat-obatan yang mudah terbakar

i) Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi nosokomial seperti penempatan klien terpisah antara infeksi dan non-infeksi

j) Mempertahankan ventilasi dan cahaya yang adekuat

k) Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat bantu penerangan

l) Mempertahankan kebersihan lantai ruangan dan kamar mandi

m) Menyiapkan alat pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai dan mampu menggunakannya.

n) Mencegah kesalahan prosedur : identitas klien harus jelas.

Konsep Psikososial


KONSEP PSIKOSOSIAL

Manusia adalah makluk biopsikososial yang unik dan menerapkan sistem terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan tersebut disebut sehat. Sedangkan orang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan keseimbangan dirinya dan lingkungan.

Kilen masuk rumahs sakit dan dirawat mengalami sters fisik dan mental baik dari diri sendiri, lingkungan, maupun keluarga.

Pada heirarki kebutuhan Maslow dinyatakan bahwa tingkat yang paling tinggi dalam kebutuhan manusia adalah tercapainya aktualisasi diri. Untuk mencapai aktualisasi diri diperlukan konsep diri yang sehat.

Konsep Diri

Konsep diri adalah semua perasaan, kepercayaan, dan nilai yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Konsep diri berkembang secara bertahap saat bayi melalui mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain.

Pembentukan konsep diri ini sangat tergantung dipengaruhi oleh asuhan orang tua dan lingkungannya.

Komponen Konsep Diri

  1. Citra Tubuh

Citra tubuh adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk dan fungsi penampilan tubuh saat ini dan masa lalu.

  1. Ideal Diri

Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standar perilaku.Ideal diri akan mewujudkan cita-cita dan harapan pribadi.

  1. Harga Diri

Harga diri adalah penilaian terhadap hasil pencaian yang dicapai dengan menganalisis sejauh mana perilaku yang sesuai dengan ideal diri. Jika individu selau sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan cenderung harga dirinya rendah. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain.

  1. Peran Diri

Peran diri adalah pola, perilaku nilai yang diharapkan dari seseorang berdasarkan fungsinya di dalam masyarakat.

  1. Identitas Diri

Identitas diri adalah kesadaran akan dirinay sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesis dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri

1. Tingkat perkembangan dan kematangan

Perkembangan anak seperti dukungan mental, perlakuan dan pertumbuhan anak akan mempengaruhi konsep dirinya.

2. Budaya

Pada usia anak-anak nilai-nilai akan diadopsi dari orang tuanya, kelompoknya, dan lingkungannya. Orang tua yang bekerja seharian akan membawa anak lebih dekat pada lingkungannya.

3. Sumber eksternal dan internal

Kekuatan dan perkembangan pada individu sangat berpengaruh terhadap konsep diri. Pada sumber internal misalnya, orang yang humoris koping individunya lebih efektif. Sumber eksternal misalnya adanya dukungan dari masyarakat dan ekonominya kuat.

4. Pengalaman sukses dan gagal

Adanya kecenderungan bahwa riwayat sukses akan meningkatkan konsep diri demikian pula sebaliknya.

5. Stesor

Stesor dalam kehidupan misalnya perkawinan, pekerjaan baru, ujian dan ketakutan. Jika koping individu tidak adekuat maka akan menimbulkan depresi, menarik diridan kecemasan.

6. Usia, keadaan sakit dan trauma

Usia tua, keadaan sakit akan mempengaruhi persepsi dirinya.

Karakteristik Kepribadian yang Sehat

  1. Citra tubuh positf dan akurat

Kesadaran akan diri berdasarkan atas observasi mandiri dan perhatian yang sesuai akan kesehatan diri. Termasuk persepsi saat ini dan masa lalu.

  1. Ideal dan realitas

Individu mempunyai ideal diri yang realitas dan mempunyai tujuan hidup yang dapat dicapai.

  1. Konsep diri yang positif

Konsep diri yang positif menunjukkan bahwa individu akan sesuai dalam hidupnya.

  1. Harga diri tinggi

Seseorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Ia memandang dirinya sama dengan orang lain.

  1. Kepuasan penampilan peran

Individu yang mempunyai kepribadian sehat akan dapat berhubungan dengan orang lain secara intim dan mendapat kepuasan. Ia dapat mempercayai da terbuka pada orang lain serta membina hubungan interdependen.

  1. Identitas jelas

Individu merasakan keunikan dirinya yang memberi arah kehidupan dalam mencapai tujuan.

Karakteristik Konsep Diri Rendah

  1. Menghindari sentuhan atau melihat bagian tubuh tertentu
  2. Tidak mau berkaca
  3. Menghindari diskusi tentang topik dirinya
  4. Menonlak rehabilitasi
  5. Melakukan usaha sendiri dengan tidak tepat
  6. Mengingkari perubahan pada dirinya
  7. Peningkatan ketergantungan pada orang lain
  8. Tanda dari keresahan seperti marah, keputusaan dan menangis
  9. Menolak berpartisipasi dalam perawatan dirinya
  10. Tingkah laku yang merusak seperti penggunaan obat-obatan dan alkohol
  11. Menghindari kontak sosial
  12. Kurang bertanggung jawab

Faktor Resiko Gangguan Konsep Diri

  1. Gangguan Identitas Diri
    1. Perubahan perkembangan
    2. Trauma
    3. Jenis kelamin yang tidak sesuai
    4. Budaya yang tidak sesuai
  2. Gangguan Citra tubuh
    1. Hilangnya bagian tubuh
    2. Perubahan perkembangn
    3. Kecacatan
  3. Gangguan Harga Diri
    1. Hubungan interpersonal yang tidak harmonis
    2. Kegagalan perkembangan
    3. Kegagalan mencapai tujuan hidup
    4. Kegagalan dalam mengikuti aturan moral
  4. Gangguan Peran
    1. Kehilangan peran
    2. Peran ganda
    3. Konflik peran
    4. Ketidakmampuan menampilkan peran
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: